Sabtu, 27 Oktober 2012

satu senyum sederhana
tak perlu mewah apalagi terindah
itu lebih dari kebahagiaan
jika tanpa rekayasa.

Rabu, 25 Mei 2011

SENYAWA ORGANIK


        Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbidakarbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik disebut kimia organik. Banyak di antara senyawaan organik, seperti proteinlemak, dankarbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia.
Di antara beberapa golongan senyawaan organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinyahidrokarbon aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidak satu cincin benzenasenyawa heterosiklik yang mencakup atom-atom nonkarbon dalam struktur cincinnya; dan polimer, molekul rantai panjang gugus berulang.
        Pembeda antara kimia organik dan anorganik adalah ada/tidaknya ikatan karbon-hidrogen. Sehingga, asam karbonat termasuk anorganik, sedangkan asam formatasam lemak pertama, organik. Nama "organik" merujuk pada sejarahnya, pada abad ke-19, yang dipercaya bahwa senyawa organik hanya bisa dibuat/disintesis dalam tubuh organisme melalui vis vitalis - life-force.
Kebanyakan senyawaan kimia murni dibuat secara artifisial.

Kamis, 05 Mei 2011

PROTEIN

=========================================================================

Protein tersusun dari senyawa sederhana yaitu ASAM AMINO.
Asam Amino adalat gabungan dari beberapa unsur, yaitu :
  • Karbon (C).
  • Hidrogen (H).
  • Oksigen (O).
  • Nitrogen (N).
  • Belerang (S).
  • Fosfor (P).
Fungsi protein adalah :
  • Mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak atau usang.
  • Membentuk sel-sel tubuh yang baru.
  • Membantu pembangunan tubuh.
  • Membantu pembentukan pigmen, enzim, dan hormon (antibodi).
  • Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel.
Kekurangan protein yang akut akan menderita penyakit kwashiorkor.  
Penyakit ini mempunyai ciri sebagai berikut, yaitu :
  1. Perut membesar                                                         =========>
  2. Rambut berwarna merah dengan sendirinya
  3. Kulit pecah-pecah dan bersisik
Kekurangan protein pada orang dewasa mengakibatkan penyakit busung lapar (hangeroedem). 


Makanan yang mengandung protein, yaitu :

A. Protein hewani :
  • Daging
  • Ikan
  • Telur 
  • Ayam
  • Kepiting
  • Keju
  • Hati
B. Protein nabati :
  • Tahu
  • Tempe 
  • dan Kacang-kacangan
 ========================================================================

Minggu, 01 Mei 2011

HELIOTROPIK

Heliotropik / Heliotropism adalah sifat bagian-bagian tumbuhan seperti bunga atau daun yang tumbuh ke arah matahari. Bunga heliotropik melacak gerakan matahari dari barat ke timur. Selama malam hari, bunga heliotropik diperkirakan tumbuh ke arah acak, kemudian akan kembali ke arah timur pada waktu matahari terbit. Perilaku ini dapat dilihat pada tumbuhan snow buttercup (Ranunculus adoneus) dan bunga Matahari. Gerakan tersebut dilakukan oleh sel-sel penggerak di bagian bawah bunga yang disebut pulvinus. Sel-sel penggerak bertugas memompa ion-ion potasium ke jaringan terdekat dan mengubah tekanan osmotik. Heliotropik sebenarnya adalah merespon terhadap cahaya biru. Di waktu malam, spesies heliotropik ditutup oleh selaput transparan merah yang menghalangi cahaya biru.

                                                                 SNOW BUTTERCUP


                                                                BUNGA MATAHARI
                                                      

Kamis, 28 April 2011

KINCIR ANGIN

        Kincir angin adalah sebuah mesin yang digerakkan oleh tenaga angin untuk menumbuk biji-bijian. Kincir angin juga digunakan untuk memompa air untuk mengairi sawah. Kincir angin modern adalah mesin yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik, disebut juga dengan turbin angin. Turbin angin kebanyakan ditemukan di Eropa dan Amerika Utara

SEJARAH : 
        Naskah tertua tentang kincir angin terdapat dalam tulisan Arab dari abad ke-9 Masehi yang menjelaskan bahwa kincir angin yang dioperasikan di perbatasan Iran dan Afganistan sudah ada sejak beberapa abad sebelumnya, kadang disebut Persian windmill. Jenis yang sama juga digunakan di Cina untuk menguapkan air laut dalam memproduksi garam. Terahir masih digunakan di Crimea, Eropa dan Amerika Serikat.

Selasa, 26 April 2011

BATU BARA

BATU BARA

        Batu bara atau batubara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.
        Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk. Analisa unsur memberikan rumus formula empiris seperti C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.

KELAS dan JENIS BATU BARA

        Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu, batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas:
  • Antrasit adalah jenis batu bara dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik, mengandung antara 86% - 98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%. Kelas batu bara ini sangat tinggi.
  • Bituminus mengandung 68 - 86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia. Batu bara yang berkelas sedang.
  • Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus.
  • Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya. Termasuk batu bara yang berkelas paling rendah.
  • Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.
PEMBENTUKAN BATU BARA
        Proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batu bara disebut dengan istilah pembatu baraan (coalification). Secara ringkas ada 2 tahap proses yang terjadi, yakni:
  • Tahap Diagenetik atau Biokimia, dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air, tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut.
  • Tahap Malihan atau Geokimia, meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.
BATU BARA di INDONESIA

        Di Indonesia, endapan batu bara yang bernilai ekonomis terdapat di cekungan Tersier, yang terletak di bagian barat Paparan Sunda (termasuk Pulau Sumatera dan Kalimantan), pada umumnya endapan batu bara ekonomis tersebut dapat dikelompokkan sebagai batu bara berumur Eosen atau sekitar Tersier Bawah, kira-kira 45 juta tahun yang lalu dan Miosen atau sekitar Tersier Atas, kira-kira 20 juta tahun yang lalu menurut Skala waktu geologi.
         Batu bara ini terbentuk dari endapan gambut pada iklim purba sekitar khatulistiwa yang mirip dengan kondisi kini. Beberapa diantaranya tegolong kubah gambut yang terbentuk di atas muka air tanah rata-rata pada iklim basah sepanjang tahun. Dengan kata lain, kubah gambut ini terbentuk pada kondisi dimana mineral-mineral anorganik yang terbawa air dapat masuk ke dalam sistem dan membentuk lapisan batu bara yang berkadar abu dan sulfur rendah dan menebal secara lokal. 
        Hal ini sangat umum dijumpai pada batu bara Miosen. Sebaliknya, endapan batu bara Eosen umumnya lebih tipis, berkadar abu dan sulfur tinggi. Kedua umur endapan batu bara ini terbentuk pada lingkungan lakustrin, dataran pantai atau delta, mirip dengan daerah pembentukan gambut yang terjadi saat ini di daerah timur Sumatera dan sebagian besar Kalimantan.